Minggu, 06 November 2016

Macam-macam Gangguan Sperma Pria

Kelainan Sperma Pria - seringkali sebuah pasangan suami istri yang belum dikaruniai anak beranggapan bahwa wanita yang memiliki gangguan sehingga sulit untuk hamil. tetapi pada kenyataannya banyak dari sebagian pasangan tersebut belum memiliki anak disebabkan karena adanya gangguan sperma pada pria.



lalu, apa-apa saja gangguan yang sering terjadi pada kondisi sperma yang dialami oleh para pria?
berikut ulasan beberapa gangguan sperma atau kelainan sperma pada pria;

1. Sperma Kosong Atau Azoospermia

Azoospermia adalah sebuah kondisi yang dialami oleh pria di mana sperma pria tersebut kosong atau tidak ada dalam air mani saat ejakulasi. Hal ini terjadi pada 5% dari pria infertil dan menjadi penyebab susahnya pasangan suami istri mendapatkan keturunan.. Pada normalnya seorang pria akan memproduksi cairan semen (air mani) dan sel sperma sebagai benih untuk pembuahan sel telur tetapi pada penderita Azoospermia tidak ditemukan sel sperma tersebut.

Kelainan ini biasanya diketahui ketika seseorang sulit mendapatkan keturunan. Satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan melakukan tes laboratorium.

Penyebab kelainan ini bisa berasal dari sumbatan pada saluran sperma (Vas deferens) ataupun karena kelainan bawaan. Jika penyebabnya adalah sumbatan pada saluran sperma maka masih bisa diatasi dengan jalan operasi untuk membersilkan sumbatan tersebut dan kemungkinan kehamilan masih bisa terjadi. Terkecuali jika disebabkan oleh kelainan bawaan yang menyebabkan testis tidak dapat memproduksi sel sperma penanganannya akan lebih sulit.

Beberapa pencegahan yang bisa dilakukan di antaranya adalah dengan melakukan olahraga teratur, menjalani pola makan dan pola hidup yang sehat, serta hindari kebiasaan-kebiasaan yang memicu gangguan pada produksi sperma, seperti menempatkan laptop dengan posisi diatas paha dalam waktu yang lama.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut kondisi medis yang menjadi penyebab azoospermia:

1. Kegagalan testis primer, sindrom Klinefelter (kondisi kekurangan androgen)
2. Microdeletion kromosom Y
3. Infertilitas genetik akibat kelainan kromosom (kariotipe)
4. Infertilitas genetik yang tak bisa dijelaskan
5. Kegagalan testis sekunder, sindrom Kallman
6. Defisiensi gonadotropin yang tak bisa dijelaskan
7. Hipotalamus atau tumor pituitary
8. Hiperprolaktinemia (peEpididimitisningkatan hormon prolaktin)
9. Pengobatan kanker (kemoterapi, radiasi, operasi)
10. Efek varikokel (pelebaran pembuluh darah di dalam skrotum)
11. Penekanan pituitary, induksi obat (steroid anabolik, alkohol, glukokortikoid)
12. Penggunaan suplemen testosteron
13. Hiperplasia adrenal kongenital
14. Penyakit parah (kanker, ginjal atau gagal hati)
15. Diabetes mellitus
16. Anemia sel sabit
17. Hemachromatosis (gangguan genetik yang menyebabkan tubuh menyerap terlalu banyak zat besi dari makanan yang masuk ke dalam tubuh)
18. Autoimun sperma
19. Paparan pestisida atau racun (termasuk di kolam air panas dan bak mandi)
20. Testis tidak turun pada saat lahir
21. Obstruksi, congenital absence of the vas deferens (CAVD atau tidak adanya vas deferens)
22. Obstruksi duktus ejakulasi
23. Epididimitis (peradangan pada epididimis)
24. Trauma skrotum atau pembedahan
25. Young syndrome
26. Vasektomi.

2. Oligospermia Atau Sperma Sedikit

Oligospermia adalah masalah kesuburan pria didefinisikan sebagai konsentrasi sperma rendah ketika ejakulasi . Konsentrasi sperma rendah adalah jumlah sperma dalam ejakulasi biasanya mililiter atau mL. Seperti yang didefinisikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) pada tahun 1999 , jumlah sperma rendah adalah kurang dari 20 juta sperma / mL .

Faktor pemicu kasus oligospermia mencakup paparan panas seperti mandi dengan air sangat panas, sauna, bekerja di suhu tinggi, demam, pakaian sangat ketat (pakaian dalam), merokok, minum alkohol, paparan logam, dll. Beberapa peneliti juga percaya bahwa kelebihan penggunaan laptop (di pangkuan) juga dapat menyebabkan testis panas yang pada akhirnya mengurangi jumlah sperma dan juga menurunkan kualitas sperma.

3. Asthenospermia

Nama lain dari penyakit ini ialah Asthenozoospermia yang diartikan sebagai mobilitas sperma yang lambat. Terdapat ratusan juta sel sperma ketika seorang pria ejakulasi dan hanya sejumlah sperma saja yang memiliki kecepatan berenang yang normal dan pada akhirnya hanya satu sel sperma saja yang akan membuahi sel telur wanita.

Gerakan sel sperma sendiri sebenarnya bermacam-macam tergantung pada strukturnya. Beberapa mungkin ada yang mengalami kelainan seperti bentuk ekor yang lebih pendek sehingga menyebabkan gerakannya tidak lincah ketika menuju rahim. Selain itu masalah kelainan hormon, varikokel atau pembesaran abnormal pembuluh darah vena di kantung testis, stress, hingga kebiasaan begadang merupakan penyebab lain yang juga ikut mempengaruhi kualitas sperma. Jika jumlah sperma yang lambat 70 % dapat dikategorikan sebagai Asthenospermia kronis dan harus segera ditangani.

 4. Teratospermia

Teratospermia atau Teratozoospermia didefinisikan sebagai jumlah sperma normal lebih sedikit daripada sperma abnormal. Sperma dikatakan normal ketika memiliki struktur yang baik seperti kepala oval serta leher dan ekor yang panjang. Abnormal disini berarti ada kelainan pada bentuk dan struktur sperma yang berpengaruh pada pergerakannya.

Belum ditemukan secara pasti kenapa jumlah sperma normal kurang dari 30 %. Namun beberapa sering juga dikaitkan dengan berbagai kondisi seperti kelainan hormon, cedera testis, serta infeksi dan tumor.