Oligoteratozoospermia merupakan kelainan sperma yang berupa bentuk sperma tidak normal serta jumlah sel sperma yang dihasilkanpun hanya sedikit. Penyebabnya sama seperti pada ulasan artikel-artikel sebelumnya, yaitu berkaitan dengan gaya hidup, seperti kurang aktivitas, testis atau buah zakar sering dalam kondisi kepanasan, misalnya pada pemakaian celana yang ketat, merokok, kegemukan, pola makan kurang sehat, serta stress.
Jumlah dan kualitas sperma memang merupakan salah satu faktor penting untuk mendukung keberhasilan saat pembuahan berlangsung. Bila jumlahnya kurang, maka dikhawatirkan jumlah sel sperman tidak cukup untuk mencapai sel telur. Akan tetapi, semen yang terlalu banyak juga bisa mengencerkan konsentrasi sperma. Sperma encer pergerakannya hanya akan mengalami mati saat perjalannya menuju sel telur wanita.
Idealnya, cairan mani harus cukup kental dan berkualitas, serta akan mengencer sekitar 10-15 menit pasca ejakulasi. Kuantitas dan kualitas sperma berhubungan erat dengan kesuburan atau fertilitas pria. Jika sperma subur, maka peluang untuk bisa membuahi sel telur dan menghasilkan kehamilan, semakin besar. Namun pria yang terkena penyakit oligoteratozoospermia tentu sulit mendapatkan keturunan, sebab sperma yang dimiliki sedikit dan tidak normal.
Kenalilah Kesehatan Sperma Anda
Mengetahui kesuburan pria sama pentingnya dengan mengetahui kesuburan wanita dalam sebab-sebab kesulitan memiliki anak. Untuk itu, kenalilah kesehatan sperma Anda sebelum terlambat dan sebelum Anda mengalami masalah Oligoteratozoospermia yang berbahaya ini. Salah satu cara untuk mengetahui kesuburan dan kesehatan sperma yaitu dengan tes.
Tes kesuburan ini biasanya dilakukan melalui analisis semen untuk mengetahui jumlah, kualitas, gerakan, dan karakteristik lain dari sperma yang diproduksi Anda produksi:
Kelainan sperma ini berupa bentuk sperma tidak normal serta jumlah sel sperma yang dihasilkan hanya sedikit.
- jika sperma Anda normal, maka saat berejakulasi Anda akan mengeluarkan 4,4 mililiter semen (air mani), atau sekitar setara dengan 1-1/2 sendok makan. Setiap 1 mililiter saat ejakulasi terdapat minimal 20 juta sel sperma. Untuk pembuahan sehingga menghasilkan kehamilan, hanya dibutuhkan 1 sel sperma yg bisa membuahi sel telur.
- Namun jika jumlah sperma Anda sedikit, maka ini patut di cari tahu kebenarannya. Seseorang dinyatakan mengalami oligoteratozoospermia apabila di dalam 1 mililiter semennya hanya terdapat 10 juta saja sel sperma, atau bahkan malah kurang.
Perlu Anda ketahui, semen merupakan cairan yang berwarna putih atau abu-abu, dan terkadang juga kekuningan, yang dikeluarkan dari uretra (pipa di dalam penis) saat ejakulasi. Fungsi semen ini adalah membawa jutaan sperma ke dalam saluran reproduksi wanita. Jika semen ini dalam kondisi abnormal, maka dipastikan ada kelainan sperma, yang biasa disebut dengan oligoteratozoospermia.
Cara Menyembuhkan Penyakit Oligoterazoospermia
Seperti penjelasan sebelumnya, penyakit oligoterazoospermia ini muncul karena pria menerapkan pola hidup dan pola makan yang tidak sehat. Untuk mengatasi masalah ini maka hal yang paling utama dilakukan yaitu dengan merubah kebiasaan pola hidup dan makan yang buruk menjadi baik dan teratur.
- Pola hidup yang sehat salah satunya yaitu tidak memakai celana jeans ketat serta tidak menaruh handphone di saku celana, tidak meletakkan laptop di pangkuan pada saat menggunakannya, kurangi kebiasaan merokok.
- Mengatur pola makan yang sehat dengan perbaikan gaya hidup dengan konsumsi zat gizi, dan konsumsi suplemen penyubur pria yang aman dapat meningkatkan kesuburan bila dilakukan secara rutin dalam waktu cukup lama, sehingga kemungkinan pasangan tersebut dapat hamil juga lebih besar.
- Konsultasilah ke dokter






