Sabtu, 16 Februari 2019

Dampak Azoospermia untuk Kesuburan Pria

Azoospermia adalah suatu kelainan sperma dimana cairan sperma yang berupa semen tersebut tidak mengandung sama sekali sel sperma didalamnya. Sehingga, tidak mempunyai kemampuan untuk membuahi sel telut. Memang terdapat banyak sekali kasus dalam dunia medis seperti ini yang dialami oleh pria.


Kelainan tersebut bisa terjadi karena akibat adanya sumbatan pada saluran sperma dan bisa juga terjadi karena testis tidak mampu menghasilkan sel sperma.

Jika hal tersebut diakibatkan karena adanya penyumbatan pada saluran sperma, maka jalan satu-satunya adalah bisa diterapi. Jika benar-benar tidak memungkinkan diterapi, dalam hal ini karena penyumbatannya sulit untuk dihilangkan, maka jalan selanjutnya ialah ditempuh operasi. Operasi tersebut bertujuan untuk menghilangkan sumbatan tersebut.

Jika memang testis tidak mampu menghasilkan sel sperma, maka haruslah didiagnosa terlebih dahulu. Karena hampir tidak mungkin laki-laki tidak bisa memproduksi sel sperma satupun. Oleh karenanya, diambil sampel dari testis untuk diteliti lebih lanjut serta penanganan khusus untuk kepentingan terapi.

Berbeda dengan azoospermia karena kerusakan fungsi organ reproduksinya sehingga tidak memungkinkan untuk memproduksi sperma. Akan tetap, apabila pasien azoospermia tersebut organ reproduksinya sehat, maka kandungan sel spermanya pun harapannya lebih besar ditemukan. Karena benih atau sel sperma tersebut “terjebak” di saluran sperma atau testis akibat dari penyumbatan atau kelainan tertentu.

Bagi yang mengalami kerusakan organ reproduksi sehingga tak mampu menghasilkan sel sperma untuk membuahi, solusi terbaik adalah dengan jalan inseminasi atau bayi tabung. Karena sampel sperma (dalam hal ini dipilih bibit terbaik) akan diambil, dan dibuahi secara teknologi medis ke dalam sel telur.

Apa Itu Azoospermia?

Pemicu kemandulan dari seorang pria bisa disebabkan oleh masalah azoospermia, yaitu kondisi di mana air mani tidak mengandung sel spermatozoa. Di mana sel spermatozoa ini berperan untuk membuahi sel telur pada wanita.



Penyebab dari azoospermia ini adalah karena adanya sumbatan pada aliran spermatozoa atau karena testis gagal memproduksi sperma.

Kondisi Azoospermia Dibagi Menjadi 3 Bagian
Pre-testicular azoospermia yang berarti ada hal yang mengganggu testis, sehingga testis tidak bisa memproduksi sel sperma. Gangguan tersebut bisa jadi karena adanya penurunan aktiivitas kelenjar kelamin serta disertai dengan tidak normalnya pertumbuhan dan perkembangan jaringan seksual. Nama ilmiah dari kondisi ini adalah hipogonadisme.

Testicular azoospermia yaitu kondisi testis yang tidak normal sehinngga hanya mampu memproduksi sedikit sekali sel sperma dan sperma yang diproduksi juga abnormal. Pria yang mengalami kondisi ini harus dilakukan evakuasi pada kromosomnya.

Post-testicular azoospermia kesalahannya bukan terletak pada testis, testis mampu bekerja dengan normal dan memproduksi sperma, namun kesalahannya terdapat pada saluran kelamin. Misalnya terdapat sumbatan pada saluran kelamin atau infeksi pada saluran kelamin. Contoh dari sumbatan post-testicular azoospermia adalah vasektomi yng akan mencegah sperma keluar dan melakukan pembuahan.
Penyebab kelainan sumbatan lainnya adalah karena riwayat operasi pada daerah inguinal. Biasanya kontrasepsi ini dilakukan untuk kontrasepsi tetap atau vasektomi, seingga malah akan menyebabkan kelainan obstruksi.

Hal lain yang perlu diperhatikan sebagai penyebab terjadinya sumbatan pada saluran sperma yang menyebabkan azoospermia adalah riwayat infeksi, terutama inveksi menular seksual. Infeksi ini akan menyebabkan kerusakan pada pabrik tempat di mana spermatozoa diproduksi yaitu pada bagian testis dan akan menyebabkan sumbatan tempat di mana sperma akan keluar untuk melakukan pembuahan pada sel telur.

Hal yang perlu dilakukan sebagai penanganan dari azoospermia ini adalah dengan melakukan tes fisik untuk dapat melihat ada atau tidak nya varikokel atau ada dan tidaknya sumabatan pada saluran sperma. Tes fisik ii tidak bisa dilakukan sendiri, karena tes fisik ini harus dilakukan dengan bantuan medis.

Sumber: #babyologist.com/blog/apa-itu-azoospermia-n7788

Kenapa Minyak Bulus Tidak Boleh Kena Putting

Kenapa Minyak Bulus Tidak Boleh Kena Putting?
Selain digunakan untuk memperbesar alat vital pria, khasiat minyak bulus juga bisa dibuktikan dengan penggunaannya pada payudara wanita. Ya, minyak bulus memang dapat dimanfaatkan untuk memperbesar payudara seorang wanita. Namun, hal tersebut bukan tanpa efek samping lho! Bila tidak dilakukan dengan cara yang benar, penggunaan minyak bulus justru akan menjadi biang permasalahan. Lantas, kenapa minyak bulus tidak boleh kena puting saat digunakan? Yuk, cari tahu jawabannya.


Alasan Kenapa Minyak Bulus Tidak Boleh Kena Puting


Ada banyak alasan kenapa penggunaan minyak bulus tidak boleh kena puting saat diaplikasikan pada payudara wanita. Dari banyaknya alasan, semuanya masih berhubungan dengan kesehatan. Berikut adalah alasan-alasan tersebut.

1. Minyak bulus adalah obat oles luar
Salah satu alasan kenapa minyak bulus tidak boleh kena puting saat diaplikasikan pada payudara wanita adalah karena minyak bulus adalah obat oles luar dimana penggunaannya hanya difokuskan untuk bagian luar saja. Sementara bagian puting adalah bagian yang tidak sepenuhnya tertutup. Sehingga pemakaiannya dianjurkan agar tidak sampai mengenai puting. Dikhawatirkan apabila mengenai puting maka minyak akan masuk ke dalam tubuh.

Meski minyak bulus adalah minyak alami, namun akan sangat berbahaya bila sampai masuk ke dalam tubuh. Apalagi bila minyak bulus tersebut bukanlah 100 persen asli alias terbuat dari campuran bahan kimia. Hal ini tentunya akan membahayakan tubuh terutama pada bagian ginjal. Karena ginjal adalah organ dalam yang berperan dalam menyaring racun yang masuk ke dalam tubuh. Inilah yang menyebabkan kenapa minyak bulus tidak boleh kena puting.

2. Tujuan pengolesan adalah memperbesar payudara bukan putingnya
Alasan lain kenapa minyak bulus tidak boleh kena puting ialah karena fungsinya memang bukanlah untuk memperbesar puting melainkan untuk memperbesar payudara. Minyak bulus juga berkhasiat untuk mengencangkan otot payudara sehingga yang perlu mendapat olesan adalah bagian payudara bukan puting.Pada proses pengolesan minyak bulus ke payudara bagian yang akan dipijat adalah bagian payudara terkecuali puting.

Meski puting sendiri adalah bagian dari payudara namun tidak efektif dipijat terutama pada saat payudara diolesi minyak bulus. Lantas bagaimana cara menggunakan minyak bulus yang tepat? Karena ada alasan kenapa minyak bulus tidak boleh kena puting sebaiknya sebelum menggunakan minyak bulus asli tersebut tutuplah bagian puting menggunakan handuk agar tidak terkena sisa-sisa minyak bulus.

Tak hanya itu, sebelum menggunakan minyak bulus pastikan Anda membersihkan dahulu payudara dengan air bersih. Hal tersebut terlihat sepele, namun faktanya banyak yang mengabaikannya. Tak hanya itu, pemijatan juga menjadi tahapan penting. Dalam pemijatan tersebut tidak boleh dilakukan secara asal. Sebaiknya pijat secara perlahan dan dengan pola melingkar.

Nah, itulah penjelasan mengenai alasan mengapa kita tidak disarankan menggunakan minyak bulus hingga mengenai puting. Demi kesehatan dan hasil yang maksimal, tidak ada salahnya menerapkan aturan tersebut bukan?